Alhamdulilah kontes ayam Serama Seroja Cup 2 yang diadakan Minggu 8 Februari 2015 dihalaman pakir Jambi Ekspres berjalan sukses dan lancar. Kontes ini diikuti peserta dari Kota Jambi, Tungkal, Sengeti, Bulian, Mersam dll, juga peserta dari luar daerah seperti Palembang, Pekanbaru, dan Tembilahan (Riau).
Kontes Ayam Serama Seroja Cup 2 Jambi
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 19.10
with No comments
Perjalanan SERAMA JAMBI FARM
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 20.29
with No comments
Kontes Nasional Walikota Prabumulih Cup 26 Oktober 2014
Kontes Nasional Ayam Serama Bupati PALI Cup 31 Agustus 2014
Kontes Nasional Ayam Serama Bupati PALI Cup 31 Agustus 2014
Jelang Naik Meja, Kelamaan Serama disekap diBox Jutsru Loyo Kurang Begaya
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 19.06
with No comments
Dirumah gayanya luar biasa. Tapi giliran di meja kontes malah terlihat
letoy. Lemas, tak bertenagakakinya terlihat seperti kurang kuat
menyangga tubuhnya. Gerakannya juga kurang terlihat lincah. Keceriaannya
juga berkurang. Jadilah gayanya kurang optimal. Apa pasal ? Ternyata
karena perlakuan jelang naik meja catwalk yang salah.
Karena disekap di box (kiso) terlalu lama. Jadi giliran naik ke meja
terlihat lemas. tak bertenaga, kakinya juga terlihat rentan seperti
gemetaran. ingat Cik Sahasdi bin Yusof mengomentari banyaknya bintang
yang sebenarnya berbakat bagus tapi tak optimal saat turun di Asean
Contest Kediri.
Analisisnya dibenarkan oleh sejumlah seramania senior yang juga turun ke Kediri. Pok Nik, Sejawat Cik Sasdi misalnya, mengibaratkan seperti manusia yang habis disekap lama di ruangan gelap nan sempit kemudian di keluarkan di ruangan terbuka, pastilah terlihat gagap dan gemetaran. kaki juga akan lemas sehingga kurang kuat menyangga tubuhnya saat berusaha narik atau ngejerk. tuturnya.
Sebaiknya ditempatkan di sangkar (besi) saja. Cukup tutup didnding samping dengan kain sementara bagian atas masih terbuka sehingga ruangan sangkar tak terlalu gelap. Jadi ayam masih leluasa bergerak didalam sangkar menunggu saat tampil di meja kontes. Karena Kelewat lama disekap di ruangan gelap begitu ditempatkan di meja matanya juga akan silau. Ini yang membuat tubuhnya butuh waktu bebrapa detik buat beradaptasi. Akibatnya, Ayam terlihat diam dan kurang ceria.
RUSAK ASESORIS
Kelamaan disekap di Box jelang naik meja juga berpotensi merusak asesoris ayam. Karena ruangan yang sempit membuat ekor lawi, sayap, atau bagian bulu lainnya bisa tergesek-gesek dengan dinding box (kiso). Itu tentu bakal membuat bulu-bulu tersebut tidak rapi. Sayangkan.....bila karena kurang rapi lalu nilai di masing-masing asesoris itu berkurang setengah poin (0.5). Ingat Cik Sasdi.
Ruangan yang pengap juga membuat ayam akan dehidrasi sehingga kurang sehat. Itu terlihat dengan membirunya beberapa bagian di jenggernya, Apalagi di cuaca panas terik seperti sekarang ini.
Keuntungan lain yang didapat dengan menempatkan di sangkar "terbuka" adalah show ayam bisa bisa dilihat banyak orang. Ini tentu saja membuka peluang untuk di pinang seramania lain. Di Malaysia seperti itulah yang terjadi, di sela menunggu naik ke atas meja, Ayam-ayam peserta yang dimasukkan ke dalam sangkar non box itu akan jadi tontonan.
Sumber : Agrobis Edisi 960
Analisisnya dibenarkan oleh sejumlah seramania senior yang juga turun ke Kediri. Pok Nik, Sejawat Cik Sasdi misalnya, mengibaratkan seperti manusia yang habis disekap lama di ruangan gelap nan sempit kemudian di keluarkan di ruangan terbuka, pastilah terlihat gagap dan gemetaran. kaki juga akan lemas sehingga kurang kuat menyangga tubuhnya saat berusaha narik atau ngejerk. tuturnya.
Sebaiknya ditempatkan di sangkar (besi) saja. Cukup tutup didnding samping dengan kain sementara bagian atas masih terbuka sehingga ruangan sangkar tak terlalu gelap. Jadi ayam masih leluasa bergerak didalam sangkar menunggu saat tampil di meja kontes. Karena Kelewat lama disekap di ruangan gelap begitu ditempatkan di meja matanya juga akan silau. Ini yang membuat tubuhnya butuh waktu bebrapa detik buat beradaptasi. Akibatnya, Ayam terlihat diam dan kurang ceria.
RUSAK ASESORIS
Kelamaan disekap di Box jelang naik meja juga berpotensi merusak asesoris ayam. Karena ruangan yang sempit membuat ekor lawi, sayap, atau bagian bulu lainnya bisa tergesek-gesek dengan dinding box (kiso). Itu tentu bakal membuat bulu-bulu tersebut tidak rapi. Sayangkan.....bila karena kurang rapi lalu nilai di masing-masing asesoris itu berkurang setengah poin (0.5). Ingat Cik Sasdi.
Ruangan yang pengap juga membuat ayam akan dehidrasi sehingga kurang sehat. Itu terlihat dengan membirunya beberapa bagian di jenggernya, Apalagi di cuaca panas terik seperti sekarang ini.
Keuntungan lain yang didapat dengan menempatkan di sangkar "terbuka" adalah show ayam bisa bisa dilihat banyak orang. Ini tentu saja membuka peluang untuk di pinang seramania lain. Di Malaysia seperti itulah yang terjadi, di sela menunggu naik ke atas meja, Ayam-ayam peserta yang dimasukkan ke dalam sangkar non box itu akan jadi tontonan.
Sumber : Agrobis Edisi 960
ANAKAN SEBAIKNYA DIBOX TAPI PAGINYA DIUMBAR
Beda ayam dewasa
beda pula anakan. Bila yang dewasa justru kurang baik bila kelewat lama
di box (kiso) sebelum turun ke meja kontes. maka anakan lain lagi
perlakuannya. terutama buat anakan yang setengah terlatih. justru minta
dibox beberapa jam sebelum naik ke meja kontes.
Paginya kita
umbar sebentar sembari memberi makan makan. Setelah itu kita masukkan ke
box sampai menunggu saatnya niak ke meja kontes. tutur Hilmy SIC yang
spesialis mengasuh anakan-anakan berbakat
.
.
Anakan relatif lebih aman di box karena pergerakananya tidak begitu
menguras tenaga." Kalau ayam dewasa yang sudah jadi, walaupun dibox dia
akan narik-narik. karena tempatnya sempit bisa-bisa tuloangnya kejepit
lalu melintir, inilah salah satu penyebab sasis melintir, dada miring,
kaki miring dan lainnya. Sebaliknya buat anakan ini tak terjadi. ujar
Pok Nik.
Anakan minta dibox karena setelah agak lama disekap lalu diangkat ke meja dia seperti terbebas dari kungkungan, ia pun akan bergerak aktif, Tapi itu buat serama-serama yang semi terlatih.Tapi kalau yang tak pernah di box sama sekali bisa sebaliknya. Bengong di meja setelah agak lama di sekap. Semua kembali tipe ayamnya masing-masing.
Sumber : Agrobis edisi 960
Anakan minta dibox karena setelah agak lama disekap lalu diangkat ke meja dia seperti terbebas dari kungkungan, ia pun akan bergerak aktif, Tapi itu buat serama-serama yang semi terlatih.Tapi kalau yang tak pernah di box sama sekali bisa sebaliknya. Bengong di meja setelah agak lama di sekap. Semua kembali tipe ayamnya masing-masing.
Sumber : Agrobis edisi 960
Kontes Serama UNISI CUP Tembilahan INHIL Riau
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 19.55
with No comments
Aksi Serama "Asyik" di Kontes Serama
UNISI CUP Tembilahan Inhil Riau, 22 Juni 2014Baka Reban Serama Farm Jambi 2014
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 18.07
with No comments
↑↑ Trah Wan Montel↑↑
↑↑ Tasya ↑↑
↑↑ Evan Dimas↑↑
↑↑ANAK ARAKUSAGI ↑↑
↑↑ANAKAN ARAKUSAGI ↑↑
AYAM SERAMA JAMBI
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 19.12
with No comments
Cara-cara merawat ayam terkecil dan paling gaya di dunia
Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal pakar dan pemerhati ayam serama di Jakarta, ayam mini ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran tubuhnya yang kecil menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.
Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal pakar dan pemerhati ayam serama di Jakarta, ayam mini ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran tubuhnya yang kecil menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.
Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 – 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.
Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.
Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.
Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.
Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.
Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.
Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C – 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% – 70%. 2 – 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% – 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.
Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 – 6 bulan.
Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.
Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.
Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.
Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 – 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.
Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 – 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.
Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.
Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.
Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 – 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.
Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.
Kelas Pertandingan Serama Indonesia
Posted by ayamseramajambi.blogspot.com
Posted on 12.33
with No comments
Kelas-kelas yang dipertandingkan :
- Anakan Jantan A (berat up 100gr)
- Anakan Betina A (berat up 100gr)
- Anakan Jantan B (berat up 140gr)
- Anakan Betina B (berat up 140gr)
- Jantan Remaja umur 4 - 6 bulan
- Jantan muda umur 7 - 9 bulan
- Jantan dewasa A max 360 gram (ekor utama)
- Jantan dewasa A tanpa lawi max 360gram
- Jantan dewasa B 361 gram - 500 gram
- Jantan dewasa C 500 gram up (kelas Ideal)
- Betina Dewasa
- Betina Remaja
- BOB- Best of the best
- BOC- Best of chick (terbaik anakan)
- Special kelas Raja Kebas (terbanyak kebasan dalam ± 2 menit)




