Jalan jalan ke Palembang

Dalam rangka hari susu Nusantara, Dinas Peternakan Pemprov Sumatera Selatan mengundang seluruh pencinta / penggemar Serama untuk meramaikan acara dengan  mengadakan "Kontes Kesenian Ayam Serama Palembang Darussalam Cup IV" pada hari Minggu, 31 Mei  2015 tempat di Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang.

Kontes Serama Pensil Cup Tembilahan Inhil Riau

Kontes Ayam Serama di Tembilahan Meriah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Konteks regional ayam serama yang digelar Pencinta Ayam Serama Inhil (Pensil) Cup meriah. Kegaitan yang baru pertamakali ini dilaksanakan di halaman Kampus Universitas Islam Indragiri (Unisi) Jalan HR Soebrantas Tembilahan, Minggu (26/4/2015) kemaren

“ini kontes ayam serama terbesar di Riau dengan peserta umum, diantaranya Jambi, Pekanbaru, Siak dan Rengat termasuk tuan rumah Inhil,” kata Ketua Pensil Cup, Khairuddin kepada awak media. Dikatakannya ada sekitar 300 ayam yang mengikuti kontes perana ini, mulai dari ayam anakan hingga dewasa, baik jantan maupun betina. Dari kontes ini ditujujan untuk mempererat talisilaturrahmi antar sesame pecinta ayam serama.

“Target kita kedepan Pensil Cup akan menggelar event ketingkat Nasional, kalau perlu se-Asean,” tukas Ketua Pensil yang akrap disapa Risky Bill ini.

Sementara itu, salah satu peserta dari Jambi, Melky mengaku sangat puas terhadap kegiatan di Tembilahan ini, selain acaranya meriah, persaudaraan masyarakat Tembilahanpun dinilainya tidak mengecewakan. “Kalau ada waktu, kami kesini lagi,” ujarnya.(mirwan)
Sumberhttp://detikriau.org/2015/04/26/kontes-ayam-serama-di-tembilahan-meriah/

Kontes Ayam Serama Seroja Cup 2 Jambi

Alhamdulilah kontes ayam Serama Seroja  Cup 2  yang diadakan Minggu 8 Februari 2015 dihalaman pakir Jambi Ekspres  berjalan sukses dan lancar. Kontes ini diikuti peserta dari Kota Jambi, Tungkal, Sengeti, Bulian, Mersam dll, juga peserta dari luar daerah seperti Palembang, Pekanbaru, dan Tembilahan (Riau).

Perjalanan SERAMA JAMBI FARM

Kontes Nasional Walikota Prabumulih Cup 26 Oktober 2014
 
Kontes Nasional Ayam Serama Bupati PALI Cup 31 Agustus 2014

Jelang Naik Meja, Kelamaan Serama disekap diBox Jutsru Loyo Kurang Begaya

Dirumah gayanya luar biasa. Tapi giliran di meja kontes malah terlihat letoy. Lemas, tak bertenagakakinya terlihat seperti kurang kuat menyangga tubuhnya. Gerakannya juga kurang terlihat lincah. Keceriaannya juga berkurang. Jadilah gayanya kurang optimal. Apa pasal ? Ternyata karena perlakuan jelang naik meja catwalk yang salah.

Karena disekap di box (kiso) terlalu lama. Jadi giliran naik ke meja terlihat lemas. tak bertenaga, kakinya juga terlihat rentan seperti gemetaran. ingat Cik Sahasdi bin Yusof mengomentari banyaknya bintang yang sebenarnya berbakat bagus tapi tak optimal saat turun di Asean Contest Kediri.

Analisisnya dibenarkan oleh sejumlah seramania senior yang juga turun ke Kediri. Pok Nik, Sejawat Cik Sasdi misalnya, mengibaratkan seperti manusia yang habis disekap lama di ruangan gelap nan sempit kemudian di keluarkan di ruangan terbuka, pastilah terlihat gagap dan gemetaran. kaki juga akan lemas sehingga kurang kuat menyangga tubuhnya saat berusaha narik atau ngejerk. tuturnya.

Sebaiknya ditempatkan di sangkar (besi) saja. Cukup tutup didnding samping dengan kain sementara bagian atas masih terbuka sehingga ruangan sangkar tak terlalu gelap. Jadi ayam masih leluasa bergerak didalam sangkar menunggu saat tampil di meja kontes. Karena Kelewat lama disekap di ruangan gelap begitu ditempatkan di meja matanya juga akan silau. Ini yang membuat tubuhnya butuh waktu bebrapa detik buat beradaptasi. Akibatnya, Ayam terlihat diam dan kurang ceria.

RUSAK ASESORIS

Kelamaan disekap di Box jelang naik meja juga berpotensi merusak asesoris ayam. Karena ruangan yang sempit membuat ekor lawi, sayap, atau bagian bulu lainnya bisa tergesek-gesek dengan dinding box (kiso). Itu tentu bakal membuat bulu-bulu tersebut tidak rapi. Sayangkan.....bila karena kurang rapi lalu nilai di masing-masing asesoris itu berkurang setengah poin (0.5). Ingat Cik Sasdi.

Ruangan yang pengap juga membuat ayam akan dehidrasi sehingga kurang sehat. Itu terlihat dengan membirunya beberapa bagian di jenggernya, Apalagi di cuaca panas terik seperti sekarang ini.

Keuntungan lain yang didapat dengan menempatkan di sangkar "terbuka" adalah show ayam bisa bisa dilihat banyak orang. Ini tentu saja membuka peluang untuk di pinang seramania lain. Di Malaysia seperti itulah yang terjadi, di sela menunggu naik ke atas meja, Ayam-ayam peserta yang dimasukkan ke dalam sangkar non box itu akan jadi tontonan.

Sumber : Agrobis Edisi 960 

ANAKAN SEBAIKNYA DIBOX TAPI PAGINYA DIUMBAR
Beda ayam dewasa beda pula anakan. Bila yang dewasa justru kurang baik bila kelewat lama di box (kiso) sebelum turun ke meja kontes. maka anakan lain lagi perlakuannya. terutama buat anakan yang setengah terlatih. justru minta dibox beberapa jam sebelum naik ke meja kontes.

Paginya kita umbar sebentar sembari memberi makan makan. Setelah itu kita masukkan ke box sampai menunggu saatnya niak ke meja kontes. tutur Hilmy SIC yang spesialis mengasuh anakan-anakan berbakat
.
Anakan relatif lebih aman di box karena pergerakananya tidak begitu menguras tenaga." Kalau ayam dewasa yang sudah jadi, walaupun dibox dia akan narik-narik. karena tempatnya sempit bisa-bisa tuloangnya kejepit lalu melintir, inilah salah satu penyebab sasis melintir, dada miring, kaki miring dan lainnya. Sebaliknya buat anakan ini tak terjadi. ujar Pok Nik.

Anakan minta dibox karena setelah agak lama disekap lalu diangkat ke meja dia seperti terbebas dari kungkungan, ia pun akan bergerak aktif, Tapi itu buat serama-serama yang semi terlatih.Tapi kalau yang tak pernah di box sama sekali bisa sebaliknya. Bengong di meja setelah agak lama di sekap. Semua kembali tipe ayamnya masing-masing.

Sumber : Agrobis edisi 960

Kontes Serama UNISI CUP Tembilahan INHIL Riau

Aksi Serama "Asyik" di Kontes Serama 
UNISI CUP Tembilahan Inhil Riau, 22 Juni 2014
 


Baka Reban Serama Farm Jambi 2014

 ↑↑ Trah Wan Montel↑↑
 ↑↑ Tasya ↑↑
↑↑ Evan Dimas↑↑
ARAKUSAGI
  ARAKUSAGI
ANAK ARAKUSAGI
ANAKAN ARAKUSAGI

Popular Posts

Blog Archive

Diberdayakan oleh Blogger.